HUBUNGAN MEROKOK DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.
 
Pada tahun 2014 jumlah keseluruhan penderita Diabetes Melitus tipe 2 berjumlah 75 penderita, di Kabupaten Pesawaran menjadi urutan ke tiga  di Provinsi Lampung yaitu 0.9% .
 
Di  Provinsi lampung pada tahun 2013 mencapai 0,8 % perKabupaten kota. Di Indonesia penderita diabetes pada saat ini mencapai 5,7 % (sekitar 12 juta orang) dari seluruh penduduk Indonesia.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan rancangan case control dimana populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan puskesmas Gedong Tataan tahun 2015.
 
Pengambilan sample menggunakan acidental sampling dan didapatkan 70 responden. Analisa  data yang  digunakan dalam penelitian ini adalah data secara univariat dan bivariat, penelitian ini menggunakan uji chi square

Hasil penelitian menggunakan standar (p-value = 0,05), pada penelitian ini yang terbukti berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah merokok( (p value = 0,016 OR=3,75),), dan aktivitas fisik (p-value;0,008, OR=4,333)yang artinya ada hubungan merokok dan aktivitas fisik  dengan kejadian DM tipe 2 di puskesmas Gedong Tataan.
 
 
Peneliti menyarankan agar selalu dilakukan deteksi dini untuk penjaringan DM.

Kata Kunci    : aktivitas fisik,Merokok dan DM tipe 2
Kepustakaan : 17 (2014-2005)